15 Peninggalan Kerajaan Majapahit Terpopuler dan Sejarahnya
Masa kejayaan Nusantara di masa lampau tidak bisa dilepaskan dari pengaruh besar imperium agung yang berpusat di Jawa Timur. Keberadaan peninggalan Kerajaan Majapahit hingga kini terus menjadi objek penelitian menarik bagi para sejarawan maupun pelancong. Sebagai informasi, peradaban ini meninggalkan ribuan artefak bernilai tinggi yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Menariknya, setiap warisan sejarah tersebut menyimpan cerita mendalam mengenai sistem pemerintahan, kebudayaan, hingga corak kehidupan masyarakat ratusan tahun silam.
Ragam Peninggalan Kerajaan Majapahit Berupa Candi Bersejarah

Peninggalan Majapahit berupa candi mendominasi daftar warisan fisik yang masih dapat disaksikan bentuk fisiknya hingga saat ini. Bangunan-bangunan suci ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah bagi pemeluk agama Hindu dan Buddha.
Sementara itu, beberapa kompleks candi juga didirikan sebagai tempat pemujaan arwah raja yang telah wafat. Sebagai rekomendasi, eksplorasi kawasan peninggalan ini akan memberikan pemahaman utuh mengenai arsitektur batu bata merah yang menjadi ciri khas utama peradaban tersebut.
Candi Tikus dan Fungsinya
Terletak di kawasan Trowulan, Candi Tikus memiliki bentuk unik yang menyerupai sebuah petirtaan atau kolam pemandian suci. Pada masa lalu, bangunan ini difungsikan sebagai tempat pemandian keluarga kerajaan serta sarana ritual keagamaan yang bersifat privat.
Tak hanya itu, sistem drainase cerdas yang ditemukan di situs ini menunjukkan tingkat penguasaan teknik tata air yang sangat maju pada zamannya. Pengunjung yang datang ke lokasi ini dapat melihat struktur arsitektur bertingkat yang mencerminkan konsep kosmologi gunung suci dalam kepercayaan Hindu kuno.
Candi Bajang Ratu sebagai Gerbang Suci
Sebagai salah satu gapura paduraksa yang masih berdiri kokoh, Candi Bajang Ratu memiliki relief sarat makna filosofis. Bangunan ini diyakini berfungsi sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara.
Jika dibandingkan dengan bangunan lain, struktur relief sayap pada bagian dinding candi memperlihatkan lambang perlindungan spiritual yang sangat kuat. Ukiran ornamen hiasan pada batu bata merahnya juga memperlihatkan tingkat seni pahat tingkat tinggi yang dikuasai para perajin era itu.
Prasasti Perekam Kebijakan Kerajaan Majapahit
Selain bangunan candi, prasasti Kerajaan Majapahit menjadi sumber otentik tertulis yang merekam berbagai kebijakan penting penguasa masa itu. Media batu bertulis ini memuat aturan hukum, penetapan desa perdikan, hingga kisah peperangan besar dalam mempertahankan kedaulatan wilayah.
Di sisi lain, pembacaan isi prasasti membantu para peneliti merekonstruksi kronologi politik secara akurat tanpa keraguan. Kehadiran artefak epigrafi ini melengkapi kepingan puzzle sejarah yang belum terungkap sepenuhnya oleh para arkeolog modern.
Prasasti Kudadu dan Kisah Pelarian Raden Wijaya
Prasasti Kudadu mencatat peristiwa penting ketika Raden Wijaya melarikan diri dari kejaran pasukan Jayakatwang setelah runtuhnya Singasari. Bantuan dari penduduk desa Kudadu membuat pendiri Kerajaan Majapahit tersebut berhasil selamat dan membangun kekuatan baru di hutan Tarik.
Sebagai bentuk rasa terima kasih, wilayah tersebut kemudian ditetapkan sebagai daerah perdikan yang bebas dari segala kewajiban pajak. Peristiwa heroik ini menandai awal berdirinya suatu imperium besar yang kemudian menguasai seluruh wilayah Nusantara.
Karya Sastra Agung Kitab Kuno Peninggalan Majapahit
Peradaban emas ini juga melahirkan berbagai karya sastra tingkat tinggi yang ditulis di atas daun lontar oleh para pujangga istana. Kitab-kitab kuno tersebut merekam sistem sosial, pandangan hidup, serta silsilah para raja yang berkuasa dengan sangat detail.
Fakta unik Kerajaan Majapahit menunjukkan bahwa literasi pada masa itu mendapat tempat yang sangat terhormat di lingkungan istana maupun masyarakat luas. Para pujangga bekerja secara sistematis untuk mendokumentasikan setiap peristiwa penting guna kepentingan generasi mendatang.
Kitab Negarakertagama oleh Mpu Prapanca
Ditulis oleh Mpu Prapanca pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, Kitab Negarakertagama memuat laporan perjalanan suci keliling daerah kekuasaan. Karya sastra ini mendeskripsikan secara detail tata kota ibu kota, struktur birokrasi, serta kemegahan upacara keagamaan yang diselenggarakan secara rutin.
Kehadiran naskah ini menjadi acuan utama dalam memahami luasnya wilayah kekuasaan Nusantara di bawah komando Mahapatih Gajah Mada. Para sejarawan dunia mengakui keaslian dan nilai sejarah yang terkandung di dalam lembaran lontar bersejarah tersebut.
Nilai Toleransi dalam Kitab Sutasoma oleh Mpu Tantular
Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular menyumbangkan semboyan agung yang kini menjadi fondasi persatuan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun berbeda-beda tetaplah satu, ungkapan tersebut menegaskan kerukunan antara umat Hindu dan Buddha yang hidup berdampingan secara damai.
Tak hanya itu, kisah kepahlawanan dalam kitab ini mengajarkan nilai kemanusiaan universal yang melampaui batas sekat keagamaan. Warisan pemikiran filosofis ini terbukti mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat multikultural hingga era modern sekarang ini.
Jejak Peradaban di Situs Trowulan
Seluruh artefak tersebut terkonsentrasi di dalam kawasan Situs Trowulan yang dulunya merupakan pusat ibu kota imperium besar ini. Sebelum berkunjung ke lokasi tersebut, pelancong perlu mengetahui bahwa tata letak kota dirancang mirip pola papan catur dengan kanal air yang teratur.
Keberadaan pecahan wadah tembikar, sisa fondasi rumah, hingga saluran air bawah tanah membuktikan bahwa kawasan ini merupakan kota metropolitan yang sibuk. Di sisi lain, faktor perubahan politik internal dan serangan eksternal menjadi penyebab runtuhnya Majapahit secara perlahan setelah memasuki abad keenam belas. Sisa-sisa reruntuhan kota kuno ini sekarang dilindungi sebagai cagar budaya nasional yang terbuka bagi publik.
Menengok Kembali Jejak Kejayaan
Warisan masa lalu dari imperium besar Nusantara memberikan pelajaran berharga mengenai arti kepemimpinan, persatuan, dan kemajuan peradaban lokal. Eksplorasi mendalam terhadap berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit membantu generasi modern menghargai akar budaya bangsa sendiri dengan lebih baik. Mari jadikan kekayaan sejarah ini sebagai inspirasi untuk membangun masa depan bangsa yang lebih kuat dan bermartabat tinggi.
Pertanyaan Seputar Warisan Kejayaan Masa Lampau
Apa saja peninggalan terkenal dari Kerajaan Majapahit?
Peninggalan terkenal dari kerajaan ini meliputi Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, Kitab Negarakertagama, Kitab Sutasoma, serta berbagai prasasti batu bertulis.
Di mana pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit berada?
Pusat pemerintahan kerajaan ini terletak di kawasan Trowulan yang kini masuk ke dalam wilayah administrasi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Apa isi penting dari Kitab Sutasoma?
Kitab Sutasoma berisi ajaran tentang toleransi antarumat beragama dan memuat semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika yang digubah oleh Mpu Tantular.
Mengapa Kerajaan Majapahit akhirnya mengalami keruntuhan?
Keruntuhan kerajaan ini disebabkan oleh perang saudara atau Paregreg, melemahnya pengaruh kekuasaan politik di daerah, serta masuknya pengaruh agama baru.
Bagaimana cara mempelajari sejarah Majapahit secara langsung?
Masyarakat dapat mengunjungi Museum Majapahit di Trowulan untuk melihat langsung koleksi artefak, koin kuno, dan benda cagar budaya peninggalan masa lalu.
